ARGUMEN TENTANG KORUPSI

ARGUMENTASI TENTANG KORUPSI.


korupsi semakin marak akhir-akhir ini, dan pemerintah sampai saat ini belum bisa mengatasinya.
hal ini terlihat dengan semakin banyaknya pejabat-pejabat yang terjerat kasus korupsi. dan hal tersebut mengakibatkan negara kita mengalami kerugian yang tidak sedikit. dan seharusnya dinegara yang kaya seperti indonesia ini, pendidikan sembilan tahun bisa gratis, tapi mengapa malah bertambah mahal??? dan juga sering kita temukan banyak terdapat dana-dana yang tidak tepat sasaran. dan kepedulian pemerintah sepertinya sangat rendah dalam segi pendidikan. ini terlihat dari anggaran negara untuk pendidikan. hal tersebut bila dibandingkan dengan anggaran malaysia yang 25% dan thailand 30%. dan pada kenyataanya korupsi tidak hanya tren dikalangan pemerintah pusat saja, tapi juga pemerintah daerah, kabupaten & propinsi. dan jika demikian, kapan kita akan terbebas dari korupsi?????!
itu yang slalu menjadi tanda tanya besar dikalangan rakyat jelata seperti kita. tapi kita juga harus sadar bahwa semua juga tergantung pada kita. kapan kita akan terbebas dari korupsi, jika kita sendiri tidak mau berubah menjadi lebih baik dan lebih maju!!!
setiap hari kita membaca dan mendengar hal-hal tentang korupsi. dan media juga berlomba-lomba untuk memberitakan pemberitaan terbaru tentang korupsi. dan banyak yang mengatakan bahwa korupsi bisa merusak moral bangsa. dan korupsi juga sangat merugikan. bukan hanya bagi kalangan masyarakat saja, tapi juga para pemerintah, negara, bahkan para koruptor itu sendiri. karena meskipun mereka (para koruptor) kaya raya, tapi mereka juga harus hidup dalam lingkungan yang buruk, dan tidak aman (bagi mereka). dan korupsi juga termasuk gejala sosial. dan sesungguhnya para pemerintah harus sadar, bahwa seharusnya mereka menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. bukan malah sebaliknya. dan mereka juga harus memikirkan kerugian negara. dimana janji-janji mereka???.
dengan tanpa kesadaran dari mereka, kita tidak akan bisa bernafas lega. karena masyarakat perlu bukti bukan janji...!!!
korupsi tidak akan pernah selesai, jika pemerintah hanya melontarkan janji dengan tanpa adanya bukti. dan tanpa adanya kesadaran dari mereka bahwa mereka telah mengemban amanat yang sangat besar dari negara. dan seharusnya pemerintah tidak hanya mengumbar janji semata.
dengan tanpa adanya bukti, negara tidak akan berubah menjadi lebih maju. dan pemerintah juga harus lebih memperhatikan pendidikan, agar pendidikan lebih maju. dan mengadili dengan tuntas atas tindak korupsi yang terjadi. dan menghukumnya dengan hukuman yang setimpal.

SENAM LANTAI


Senam Lantai



Senam lantai merupakan senam yang dilakukan di lantai. gerakan senam lantai lebih menitikberatkan pada faktor kekuatan dan kelenturan. Namun, bukan berarti komponen lain dari kebugaran jasmani tidak terlibat di dalamnya. Secara hierarki, senam lantai ini harus dilakukan secara teratur. Jika latihan tidak dilaksanakan dengan teratur maka akan memengaruhi otot dan sendi yang telah dilatih.
 
Sebelum memulai melakukan serangkaian gerakan senam lantai, tentu harus sudah menguasai gerakan dasar senam lantai dengan benar, supaya pada saat melakukan rangkaian gerakan senam lantai bisa berjalan dengan lancer.


            Senam Lantai sama seperti cabang olahraga yang lainnya juga, dimana dalam setiap cabang olahraga pasti ada beberapa peraturan yang dibuat, dimana peraturan itu dibuat, supaya tidak untuk dilanggar, dan untuk mengamankan pertandingan agar berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat ataupun dilakukan. Tentu saja jika ada yang berbuat curang maupun tidak mematuhi peraturan yang telah dibuat sedemikian rupa, maka akan ada beberapa hukuman yang diberikan untuk para atlet tersebut sama halnya dengan cabang olahraga lainnya.
Peraturannya sendiri mengacu pada kemampuan dari para atlet tersebut, maka setiap perkembangan zaman akan muncul peraturan baru lagi, dimana peraturan ini dibuat agar para atlet dapat lebih meningkatkan kekuatannya untuk dapat lebih bersaing di kancah dunia internasional untuk menjadi para atlet yang hebat dan bisa memecahkan rekor yang dipegang oleh para atlet yang sebelumnya telah duluan mengikuti kejuaraan-kejuaraan yang telah ada.

Berikut adalah beberapa peraturan yang ada dalam cabang olahraga Senam Lantai
  • Peralatan
 Dalam peraturan senam lantai sendiri ada beberapa hal yang harus diketahui, salah satunya adalah dalam soal peralatan ini, dimana seperti yang kita tahu pada olahraga ini kita memiliki berbagai macam alat yang ada pada senam lantai ini. Dalam senam lantai ini ada beberapa alat yang digunakan dan juga memiliki beberapa peraturan yang telah menjadi standar bagi para atlet yang ingin melakukan olahraga ini sendiri, alat-alat yang ada pada senam lantai ini sendiri khususnya untuk atlet putra adalah lantai dengan ukuran 12 x 12 m, setelah itu adalah kuda-kuda pelana dengan panjang 1,6 m dan juga tinggi 1,1 m. Kemudian adalah gelang-gelang dengan tinggi 2,55 m dan jarak 0,50 m. Setelah itu adalah kuda-kuda lompat dengan panjang 1,6 m dan juga tinggi 1,35 m. Kemudian adalah palang sejajar dengan ukuran panjang 3,5 m, jaraknya sendiri adalah 0,48 sampai dengan 0,52 m dan mempunyai tinggi 1,75 m. Dan untuk palang tunggal sendiri mempunyai panjang 2,4 m dan tinggi 2,55 m.

Alat yang digunakan untuk para atlet wanita sendiri memiliki perbedaan dengan atlet pria tadi, untuk atlet ini sendiri menggunakan kuda-kuda lompat dengan ukuran panjang 1,6 m dan tinggi 1,2 m. Setelah itu menggunakan palang bertingkat dengan panjang 2,4 m, serta tinggi untuk palang bawah dan juga palang atasnya masing-masing adalah 1,5 m dan 2,3 m. Alat selanjutnya yang biasa dipakai disini adalah balok keseimbangan dengan ukuran panjang 5 m dan tinggi 1,2 m. Untuk ukuran lantainya sendiri tidak ada perbedaan antara atlet pria dan juga wanita, yaitu dengan ukuran lantai 12 x 12 m.
  • Peraturan umum

Peraturan ini sendiri terdiri dari beberapa bagian sendiri. Yang pertama adalah mengenai peraturan umum dari kejuaraan beregu, dimana pada setiap regu yang ada mempunyai 6 pesenam putera ataupun putrid. Setelah itu dalam regu ini terdiri dari rangkaian wajib dan juga rangkaian pilihan, dimana pada putera mempunyai 6 alat dan puteri memiliki 4 alat. Juara beregu adalah regu dengan jumlah nilai terbanyak dari jumlah 5 pesenam terbaik pada masing-masing alat untuk rangkai yang wajib dan pilihan.
Peraturan umum kedua adalah mengenai kejuaraan perorangan serba bisa, dimana pada hal ini peserta finalis diambil dari 36 pesenam terbaik dari hasil kompetisi yang pertama tadi, atau 1/3 dari jumlah peserta yang mengikuti senam lantai ini. Kemudian peserta dibatasi dari tiap Negara ataupun daerah. Juara dari perorangan serba bisa ini sendiri adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai rata-rata pada kompetisi I, ditambah dengan nilai kompetisi II pada selurut alat yang digunakan.
Peraturan umum yang terakhir adalah mengenai kejuaraan perorangan per alat, pada peraturan ini sendiri peserta finalis diambil dari 8 pesenam terbaik dari hasil kompetisi I pada alat tersebut. dibatasi oleh dua pesenam dari tiap Negara atau daerah dan hanya 3 alat yang boleh diikuti pesenam. Juaranya sendiri adalah dari rata-rata kompetisi I ditambah dengan kompetisi III ini dari masing-masing alat.
Macam-Macam Senam Lantai:

1. Guling Depan

Berikut ini adalah cara memberikan bantuan guling depan:
 
a. Teman yang membantu berdiri pada salah satu lutut (kanan), kaki yang lain (kiri) diposisikan sedemikian rupa supaya dapat membantu kekuatan dan keseimbangan.
b. Selanjutnya Tangan kanan teman yang membantu memegang tengkuk, dan tangan kiri membantu untuk memberikan dorongan paha atau pinggul yang melakukan guling depan.
c. Ketika badan berguling, teman yang membantu mengangkat pundaknya, ini supaya kepala bagian belakangnya yang melakukan guling depan tidak menyentuh matras.

2. Guling Belakang

Berikut ini adalah cara memberikan bantuan guling belakang:
a. Teman yang membantu menopang dan mendorong pinggang yang melakukan berguling ke belakang dan membawanya ke arah guling.
b. Teman yang membantu mengangkat panggul peserta serta membawa ke arah guling ke belakang.

3. Berdiri dengan tangan (Handstand)

Beberapa bentuk latihan gerak untuk menuju sikap handstand sebagai berikut:
a. Latihan lompat kelinci di lantai, berusaha mengangkat kaki lebih tinggi.
b. Bersandar ke tembok, cobalah naik ke sikap handstand dengan merayap.
c. Menghadap ke tembok, latihan handstand dengan sikap awal yang sebenarnya. Satu kaki dilempar terlebih dahulu, di susul kaki yang satunya. Kedua tangan dekat ke tembok.
d. Dengan pertolongan teman, yaitu pada saat kaki diangkat lurus ke atas pembantu segera memegang kedua kaki atau memegang panggulnya

4. Lompat harimau

Secara prinsip teknik gerakan loncat harimau tidak jauh berbeda dengan teknik gerakan roll ke depan.Loncat harimau adalah sikap loncatan membusur dengan kedua tangan lurus ke depan pada saat melayang dan diteruskan dengan gerakan mengguling ke depan dan sikap akhir jongkok.
Cara melakukannya sebagai berikut:
a.    Berdiri tegak, kedua lengan lurus di samping, pandangan lurus ke depan.
b.    Kedua kaki menolak pada papan tolak disertai ayunan lengan keatas, badan melayang, tangan menumpu pada pangkat kuda-kuda, dan pandangan dipusatkan di depan dekat tangan.
c.    Kedua tangan menolak dengan sekuat tenaga dan lutut di lipat ke dada. Luruskan tungkai saat berada diatas ujung kuda-kuda.
d.     Sikap akhir jongkok terus berdiri.   

5.  Lompat Jongkok

Cara melakukan lompat jongkok :

a.    Awalan lari cepat badan condong kedepan
b.    Kedua kaki menolak pada papan sekuat-kuatnya disertai ayunan lengan dari belakang bawah kedepan, badan lurus, dan tungkai di pisahkan.
c.     Saat tangan menyentuh pada bagian pangkal kuda-kuda segera menolak sekuat-kuatnya.badan melasyang diatas kuda-kuda dalam sikap lurus, lengan direntangkan, tungkai lurus dipisahkan, dan pandangan kedepan.
d.    Mendarat dengan ujung kaki mengeper dan lengan di rentangkan keatas.

6.      Round Off

Round off adalah : Suatu satuan gerakan yang terdiri dari :

a.    Melakukan hand stand dengan berputar pada sumbu tegak.
b.     Menolak dengan ke 2 tangan tumpuan pada saat ke 2 kaki akan mendarat di lantai.

Cara melakukan :   
a.    Melakukan hand stand (bagi anak yang belum bisa melakukan hand stand dilakukan dengan bantuan). Mengangkat 1 tangan dari lantai, tangan kanan dan kiri bergantian.
b.     Sama dengan atas, tetapi tangan yang diangkat ditempatkan di depan, kemudian memindahkan tangan yang lain disisi tangan yang pertama tadi, badan berputar pada sumbu tegak. Pada latihan 1 dan 2 saat kembali berdiri dengan cara bebas.
c.     Melakukan hand stand dengan meletakkan ke 2 tangan menghadap arah datang, jadi pada saat ke 2 tangan mendekat ke lantai, ke 2 tangan diputar sedemikian hingga ujung jari menghadap arah datang. Pada latihan ini tetap dibantu hingga sikap hand
d.    Melakukan latihan 3. Pada saat ke 2 kaki rapat akan turun dengan tolakan ke 2 tangan meninggalkan lantai.
e.     Melakukan latihan 3 dan 4 dengan irama yang cepat. Bila perlu tetap dibantu, terutama sikap hand stand yang berlangsung sangat singkat.Agar bisa melatih kekuatan tangannya dengan baik.
f.     Melakukan latihan 5, yang dilakukan cepat dengan awalan 2/3 langkah. Dengan tangan langsung menyentuh matras dan kemudian kaki langsung lurus ke atas.

7.       Lompat Kangkang

Lompatan dengan panggul ditekuk atau menyudut yaitu lompatan dengan membuat  sikap kangkang tanpa meluruskan badan terlebih dahulu.
Teknik pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
a.    Setelah awalan dan take off. angkat panggul tinggi-tinggi
b.    Pada saat tangan menyentuh peti atau kuda lompat, panggul ditekuk, tangan dibuka (gerakan ke samping).
c.     Tolakan tangan kuat dengan mengangkat dada dan kepala ke arah atas.
d.     Setelah kaki melewati peti lompat, luruskan badan dan rapatkan tungkai sebelum mendarat.
e.     Mendaratkan kedua kaki dengan rapat, lutut agak ditekuk.

8.      Head Stand

a.    Berdiri dengan kepala adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang oleh kedua tangan.
b.    Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
c.    Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga agar badan tidak mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.
d.    Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.

Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan head stand yaitu:

a.    Penempatan kedua tangan dan kepala tidak membentuk titik-titik segitiga sama sisi.
b.    Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha.
c.    Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha kurang kuat.
d.   Akibat dari poin b dan c diatas menyebabkan kurangnya koordinasi dan keseimbangan.
e.    Alas dasar/lantai tempat kepala bertumpu terlalu keras sehingga menimbulkan rasa   sakit.
f.     Terlalu cepat/kuat pada saat menolak.
g.    Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak menghadap kedepan.


9.  Kayang


Kayang adalah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik dengan meregang dan mengangkat perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yaitu dengan menempatkan kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada pinggang.Manfaat dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu, bukan kelentukan pinggang.

Cara melakukan gerakan kayang sebagai berikut :

a.    Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.
b.    Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang.
c.    Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
d.    Posisi badan melengkung bagai busur.


10.  Sikap lilin


Sikap lilin merupakan sikap tidur terlentang kemudian kedua kaki diangkat keras di atas (rapat) bersama-sama, pinggang ditopang kedua tangan dan pundak tetap menempel pada lantai. Dalam melakukan sikap lilin, kekuatan otot perut berfungsi untuk kedua tangan menopang pinggang.

Cara melakukan gerakan sikap lilin sebagai berikut :
a.    Tidur terlentang, kedua tangan di samping badan, pandangan ke atas.
b.     Angkat kedua kaki lurus ke atas dan rapat.
c.     Yang menjadi landasan adalah seluruh pundak dibantu kedua tangan menopang pada pinggang.
d.     Pertahankan sikap ini beberapa saat.


11.  Salto

Gerakan jungkir balik di udara tanpa menyentuh tanah: pesenam itu dengan gesitnya  melakukan beberapa kali.


12.  Guling Lenting

 Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan lenting tengkuk :

a.    Sikap Awal

Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan kedua lengan diangkat lurus ke atas. Sambil membungkukkan badan, tetakkan kediua tangan di matras kira-kira satu langkah dari kaki. Setelah itu letakkan tengkuk di antara kedua tangan sambil mengambil sikap guling depan. Kedua kaki dijaga agar tetap lurus.

b.    Pelaksanaan   

Ketika posisi untuk guling depan tercapai, segeralah mengguling ke depan. Saat tubuh sudah berada di atas kepala, kedua kaki segera dilecutkan lurus ke depan sambil dibantu oleh kedua tangan yang mendorong badan dengan menekan matras. Lecutan ini menyebabkan badan melenting ke depan.

c.    Sikap Akhir

Ketika layangan selesai, kedua kaki segera mendatar. Badan tetap melenting dan kedua lengan tetap terangkat lurus. Akhirnya , berdiri tegak.

Rangkaian gerakan adalah gabungan gerkaan yang dilakukan secara berurutan atau berkelanjutan tanpa adanya waktu untuk berhenti selama melakukan gerakan tersebut. Gerakan rangkaian senam lantai tanpa alat meliputi berikut ini:

1.      Rangkaian Gerakan Guling Depan dan Lenting Tengkuk/ Kepala

Cara melakukan gerakan guling depan dan lenting tengkuk/ kepala sebagai berikut:
a. Melakukan guling depan dengan cepat.
b. Ketika posisi akhir guling tercapai, lanjutkan gerakan ke depan dengan memberikan loncatan agak ke depan.
c. Saat tangan dan kepala menumpu, segera lecutkan kaki dan mendarat dengan kedua kaki.

2.      Rangkaian Gerakan Kayang dan Handstand

Cara melakukan rangkaian gerakan kayang dan handstand sebagai berikut:
a. Melakukan gerakan kayang.
b. Setelah gerakan kayang sempurna, angkat kedua kaki lurus ke atas dengan bertumpu pada kedua tangan.

TENTANG K3LH


Kecelakaan Kerja Tambang
  • Pengertian Batubara
Batubara adalah batuan yang berasal dari tumbuhan yang mati dan tertimbun endapan lumpur, pasir, dan lempung sselama berjuta-juta tahun lamanya. Adanya tekanan lapisan tanah bersuhu tinggi serta terjadinya gerak tektonik mengakibatkan terjadinya kebakaran atau oksidasi yang mengubah zat kayu pada bangkai tumbuh-tumbuhan menjadi tumbuhan yang mudah terbakar yang bernama batubara.
Batubara merupakan salah satu sumberdaya energi yang banyak terdapat di dunia, selain minyak bumi dan gas alam. Batubara sudah sejak lama digunakan, terutama untuk kegiatan produksi pada industri semen dan pembangkit listrik. Batubara sebagai energi alternatif mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi sehingga dapat menggantikan peran bahan bakar minyak (BBM) dalam kegiatan produksi untuk industri tersebut. Apalagi beberapa tahun terakhir ini harga BBM terus mengalami kenaikan dan hal ini sangat dirasakan dampaknya terutama dalam hal kebutuhanya sebagai sumber nergi bagi berbagai aktivitas perekonomian dunia.
Batu bara adalah sisa tumbuhan dari jaman prasejarah yang berubah bentuk yang awalnya berakumulasi dirawa dan lahan gambut. Penimbunan lanau dan sedimen lainnya, bersama dengan pergeseran  kerak bumi (dikenal sebagai pergeseran tektonik) mengubur rawa dan gambut yang seringkali sampai ke kedalaman yang sangat dalam. Dengan penimbunan tersebut, material tumbuhan tersebut terkena suhu dan tekanan yang tinggi. Suhu dan tekanan yang tinggi tersebut menyebabkan tumbuhan tersebut mengalami proses perubahan fisika dan kimiawi dan mengubah tumbuhan tersebut menjadi gambut dan kemudian batu bara.
Pembentukan batubara dimulai sejak Carboniferous Period (Periode Pembentukan Karbon atau Batu Bara) dikenal sebagai zaman batu bara pertama – yang berlangsung antara 360 juta sampai 290 juta tahun yang lalu. Mutu dari setiap endapan batu bara ditentukan oleh suhu dan tekanan serta lama waktu pembentukan, yang disebut sebagai ‘maturitas organik’. Proses awalnya gambut berubah menjadi lignite (batu bara muda) atau ‘brown coal (batu bara coklat)’ – Ini adalah batu bara dengan jenis maturitas organik rendah. Dibandingkan dengan batu bara jenis lainnya, batu bara muda agak lembut dan warnanya bervariasi dari hitam pekat sampai kecoklat-coklatan. Mendapat pengaruh suhu dan tekanan yang terus menerus selama jutaan tahun, batu bara muda mengalami perubahan yang secara bertahap menambah maturitas organiknya dan mengubah batubara muda menjadi batu bara ‘sub-bitumen’. Perubahan kimiawi dan fisika terus berlangsung hingga batu bara menjadi lebih keras dan warnanya lebh hitam dan membentuk ‘bitumen’ atau ‘antrasit’. Dalam kondisi yang tepat, penigkatan maturitas organik yang semakin tinggi terus berlangsung hingga membentuk antrasit.
  • Pengertian Kerja tambang
Pengertian adalah Setiap tempat pekerjaan yang bertujuan atau berhubungan langsung dengan pekerjaan penyelidikan umum, eksplorasi, study kelayakan, konstruksi, operasi produksi, pengolahan/ pemurnian dan pengangkutan bahan galian golongan a, b, c, termasuk sarana dan fasilitas penunjang yang ada di atas atau di bawah tanah/air, baik berada dalam satu wilayah atau tempat yang terpisah atau wilayah proyek.
  • Yang dimaksud kecelakaan tambang yaitu :
  1. Kecelakaan Benar Terjadi
  2. Membuat Cidera Pekerja Tambang atau orang yang diizinkan di tambang oleh KTT
  3. Akibat Kegiatan Pertambangan
  4. Pada Jam Kerja Tambang
  5. Pada Wilayah Pertambangan
  • Penggolongan Kecelakaan tambang
1.Cidera Ringan (Kecelakaan Ringan)
Korban tidak mampu melakukan tugas semula  lebih dari 1 hari dan kurang dari 3 minggu.
1.Cidera Berat (Kecelakaan Berat)
Korban tidak mampu melakukan tugas semula lebih dari 3 minggu.
Berdasarkan cedera korban, yaitu :
  • Retak Tengkorak kepala, tulang     punggung pinggul, lengan bawah/atas,   paha/kaki
  • Pendarahan di dalam atau pingsan kurang oksigen
  • Luka berat, terkoyak
  • Persendian lepas
Berdasarkan penelitian heinrich:
  • Perbuatan membahayakan oleh pekerja mencapai 96% antara lain berasal dari:
a.    Alat pelindung diri (12%)
b.    Posisi kerja (30%)
c.    Perbuatan seseorang (14%)
d.   Perkakas (equipment) (20%)
e.    Alat-alat berat (8%)
f.     Tata cara kerja (11%)
g.    Ketertiban kerja (1%)
  • Sumberlainnya diluar kemampuan dan kendali manusia.
  • E.     Tindakan Setelah Kecelakaan Kerja
  • Manajemen K3
1,Pengorganisasian dan Kebijakan K3
  1. Membangun Target dan Sasaran
  2. Administrasi, Dokumentasi, Pelaporan
  3. SOP
Prosedur kerja standar adalah cara melaksanakan pekerjaan yang ditentukan, untuk memperoleh hasil yang sama secara paling aman, rasional dan efisien, walaupun dilakukan siapapun, kapanpun, di manapun. Setiap pekerjaan Harus memiliki SOP agar pekerjaan dapat dilakukan secara benar, efisien dan aman
  1. Rekrut Karyawan & Kontrol Pembelian
  2. Inspeksi dan Pengujian K3
  3. Komunikasi K3
  4. Pembinaan
  5. Investigasi Kecelakaan
  6. Pengelolaan Kesehatan Kerja
  7. Prosedur Gawat Darurat
  8. Pelaksanaan Gernas K3
Manajemen K3 memiliki target dan sasaran berupa tercapainya suatu kinerja K3 yang optimal dan terwujudnya  “ZERO ACCIDENT” dalam kegiatan Proses Produksi .
  • Pedoman Peraturan K3 Tambang
  1. Ruang Lingkup K3 Pertambangan : Wilayah KP/KK/PKP2B/SIPD Tahap Eksplorasi/Eksploitasi/Kontruksi & Produksi/Pengolahan/Pemurnian/Sarana Penunjang
  2. UU No. 11 Tahun 1967
  3. UU No. 01 Tahun 1970
  4. UU No. 23 Tahun 1992
  5. PP No. 19 Tahun 1970
  6. Kepmen Naker No. 245/MEN/1990
  7. Kepmen Naker No. 463/MEN/1993
  8. Kepmen Naker No. 05/MEN/1996
  9. Kepmen  PE. No.2555 K/26/MPE/1994
  10. Kepmen  PE  No. 555 K/26/MPE/1995
  11. Kepmen  Kesehatan No. 260/MEN/KES/1998
  12. Kepmen ESDM  No. 1453 K/29/MEM/2000
F.     Sistem manajemen k3 di pertambangan
Manajemen Resiko Pertambangan adalah suatu proses interaksi yang digunakan oleh perusahaan pertambangan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menanggulangi bahaya di tempat kerja guna mengurangi resiko bahaya seperti kebakaran, ledakan, tertimbun longsoran tanah, gas beracun, suhu yang ekstrem,dll. Jadi, manajemen resiko merupakan suatu alat yang bila digunakan secara benar akan menghasilkan lingkungan kerja yang aman,bebas dari ancaman bahaya di tempat kerja.
Adapun Faktor Resiko yang sering dijumpai pada Perusahaan Pertambangan adalah sebagai berikut :
Ledakan
Ledakan dapat menimbulkan tekanan udara yang sangat tinggi disertai dengan nyala api. Setelah itu akan diikuti dengan kepulan asap yang berwarna hitam. Ledakan merambat pada lobang turbulensi udara akan semakin dahsyat dan dapat menimbulkan kerusakan yang fatal
Longsor
Longsor di pertambangan biasanya berasal dari gempa bumi, ledakan yang terjadi di dalam tambang,serta kondisi tanah yang rentan mengalami longsor. Hal ini bisa juga disebabkan oleh tidak adanya pengaturan pembuatan terowongan untuk tambang.
Kebakaran
Bila akumulasi gas-gas yang tertahan dalam terowongan tambang bawah tanah mengalami suatu getaran hebat, yang diakibatkan oleh berbagai hal, seperti gerakan roda-roda mesin, tiupan angin dari kompresor dan sejenisnya, sehingga gas itu terangkat ke udara (beterbangan) dan kemudian membentuk awan gas dalam kondisi batas ledak (explosive limit) dan ketika itu ada sulutan api, maka akan terjadi ledakan yang diiringi oleh kebakaran.
Pengelolaan Risiko menempati peran penting dalam organisasi kami karena fungsi ini mendorong budaya risiko yang disiplin dan menciptakan transparansi dengan menyediakan dasar manajemen yang baik untuk menetapkan profil risiko yang sesuai. Manajemen Risiko bersifat instrumental dalam memastikan pendekatan yang bijaksana dan cerdas terhadap pengambilan risiko yang dengan demikian akan menyeimbangkan risiko dan hasil serta mengoptimalkan alokasi modal di seluruh korporat. Selain itu, melalui budaya manajemen risiko proaktif dan penggunaan sarana kuantitatif dan kualitatif yang modern, kami berupaya meminimalkan potensi terhadap kemungkinan risiko yang tidak diharapkan dalam operasional.
Pengendalian risiko diperlukan untuk mengamankan pekerja dari bahaya yang ada di tempat kerja sesuai dengan persyaratan kerja Peran penilaian risiko dalam kegiatan pengelolaan diterima dengan baik di banyak industri. Pendekatan ini ditandai dengan empat tahap proses pengelolaan risiko manajemen risiko adalah sebagai berikut :
  1. Identifikasi risiko adalah mengidentifikasi bahaya dan situasi yang berpotensi menimbulkan bahaya atau kerugian (kadang-kadang disebut ‘kejadian yang tidak diinginkan’).
  2. Analisis resiko adalah menganalisis besarnya risiko yang mungkin timbul dari peristiwa yang tidak diinginkan.
  3. Pengendalian risiko ialah memutuskan langkah yang tepat untuk mengurangi atau mengendalikan risiko yang tidak dapat diterima.
  4. Menerapkan dan memelihara kontrol tindakan adalah menerapkan kontrol dan memastikan mereka efektif.
Manajemen resiko pertambangan dimulai dengan melaksanakan identifikasi bahaya untuk mengetahui faktor dan potensi bahaya yang ada yang hasilnya nanti sebagai bahan untuk dianalisa, pelaksanaan identifikasi bahaya dimulai dengan membuat Standart Operational Procedure (SOP). Kemudian sebagai langkah analisa dilakukanlah observasi dan inspeksi. Setelah dianalisa,tindakan selanjutnya yang perlu dilakukan adalah evaluasi resiko untuk menilai seberapa besar tingkat resikonya yang selanjutnya untuk dilakukan kontrol atau pengendalian resiko. Kegiatan pengendalian resiko ini ditandai dengan menyediakan alat deteksi, penyediaan APD, pemasangan rambu-rambu dan penunjukan personel yang bertanggung jawab sebagai pengawas. Setelah dilakukan pengendalian resiko untuk tindakan pengawasan adalah dengan melakukan monitoring dan peninjauan ulang bahaya atau resiko.
Secara umum manfaat Manajemen Resiko pada perusahaan pertambangan adalah sebagai berikut :
  1. Menimalkan kerugian yang lebih besar
  2. Meningkatkan kepercayaan pelanggan dan pemerintah kepada perusahaan
  3. Meningkatkan kepercayaan karyawan kepada perusahaan
Guna menghindari berbagai kecelakaan kerja pada tambang bawah tanah, terutama dalam bentuk ledakan gas perlu dilakukan tindakan pencegahan. Tindakan pencegahan ledakan ini harus dilakukan oleh segenap pihak yang terkait dengan pekerjaan pada tambang bawah tanah tersebut. Beberapa hal yang perlu dipelajari dalam rangka pencegahan ledakan adalah :
  1. Pengetahuan dasar-dasar terjadinya ledakan, membahas: Gas-gas yang mudah terbakar/meledak, Karakteristik gas, Sumber pemicu kebakaran/ledakanMetoda eliminasi penyebab ledakan, antara lain:
1.                       Pengukuran konsentrasi gas
2.                       Pengontrolan sistem ventilasi tambang
3.                       Pengaliran gas (gas drainage)
4.                       Penggunaan alat ukur gas
5.                       Penyiraman air (sprinkling water)
6.                       Pengontrolan sumber-sumber api penyebab kebakaran dan ledakan
7.                       Teknik pencegahan ledakan tambang
1,Penyiraman air (water sprinkling)
2.Penaburan debu batu (rock dusting)
1.Pemakaian alat-alat pencegahan standar.
2.Fasilitas pencegahan penyebaran kebakaran dan ledakan, antara lain:
1.Lokalisasi penambangan dengan penebaran debu batuan
2.Pengaliran air ke lokasi potensi kebakaran atau ledakan
1.Penebaran debu batuan agak lebih tebal pada lokasi rawan
1.Tindakan pencegahan kerusakan akibat kebakaran dan ledakan:
1.Pemisahan rute (jalur) ventilasi
2.Evakuasi, proteksi diri, sistemperingatandini, dan penyelamatansecara tim.
Sesungguhnya kebakaran tambang dan ledakan gas tidak akan terjadi jika sistem ventilasi tambang batubara bawah tanah itu cukup baik.
A.    Kesimpulan
Kecelakaan kerja tambang adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan atau tidak dikehendaki yang benar-benar terjadi dan membuat cidera pekerja tambang atau orang yang diizinkan di tambang oleh KTT sebagai akibat kegiatan pertambangan pada jam kerja tambang dan pada wilayah pertambangan.
Peran K3 sebagai suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha, kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 diharapkan dapat menjadi upaya preventif terhadap timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja. Pelaksanaan K3 diawali dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja, dan tindakan antisipatif bila terjadi hal demikian.
Manajemen Resiko Pertambangan adalah suatu proses interaksi yang digunakan oleh perusahaan pertambangan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menanggulangi bahaya di tempat kerja guna mengurangi resiko bahaya seperti kebakaran, ledakan, tertimbun longsoran tanah, gas beracun, suhu yang ekstrem, dll. Jadi, manajemen resiko merupakan suatu alat yang bila digunakan secara benar akan menghasilkan lingkungan kerja yang aman, bebas dari ancaman bahaya di tempat kerja. Pentingnya kebutuhan pengelolaan K3 dalam bentuk manajemen yang sistematis dan mendasar agar dapat terintegrasi dengan manajemen perusahaan yang lain. Integrasi tersebut diawali dengan kebijakan dari perusahaan untuk mengelola K3 dengan menerapkan suatu Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja